Perbedaan Antara Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional
Ekonomi Islam adalah merupakan ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang berlandaskan pada ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist. Tujuan ekonomi Islam adalah menghilangkan sifat riba dalam bertransaksi yang dilarang agama Islam. Sedangkan Ekonomi konvensional adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas, dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang terbatas. Ekonomi Konvensional bertujuan untuk mementingkan dan meraup keuntungan sebesar-besarnyang yang sifatnya keduniawian dan juga mencapai kesejahteraan individu itu sendiri. Beberapa menurut para ahli tentang ekonomi islam:
Muhammad Syafi'i Antonio, Ph.D menulis dalam salah satu
bukunya, bahwa perekonomian masyarakat luas bukan hanya masyarakat muslim
akan lebih baik bila menggunakan sistem kerja atau norma-norma Islami.
Khursid
Ahmad dalam buku Studies in Islamic Economics (Perspectives
of Islam) menyampaikan penjelasan bahwa Ilmu Ekonomi Islam adalah suatu
usaha sistematis untuk memahami masalah-masalah ekonomi dan tingkah laku
manusia secara relasional dalam perspektif Islam
Ada Beberapa hal yang membedakan Ekonomi Islam dengan Ekonomi Konvensional antara lain:
- Ekonomi Islam menggunakan metode berasal dari aturan yang ditetapkan dalam al-Qur’an dan Hadist. Jadi dalam sistem ini dihilangkan sistem bunga karena itu termasuk ke dalam riba dan itu haram dalam agama Islam namun diganti dengan sitem bagi hasil di setiap transaksi.
- tujuan Ekonomi Islam adalah selain mencari keuntungan melalui ridha Allah SWT. Dan juga keuntungan bersama
- Konsep harta dalam Islam adalah sebagai amanah dari Allah swt. Manusia hanyalah pemegang amanah karena memang tidak mampu mengadakan benda dari tiada. Harta sebagai perhiasan hidup yang memungkinkan menusia bisa menikmatinya dengan baik dan tidak berlebih-lebihan. Harta sebagai ujian keimanan. Hal ini terutama menyangkut soal cara mendapatkan dan memanfaatkannya, apakah sesuai dengan ajaran Islam ataukah tidak. Harta sebagai bekal ibadah, yakni untuk melaksanakan perintah-Nya dan melaksanakan muamalah di antara sesama manusia, melalui kegiatan zakat, infak dan sedekah.
Ekonomi Islam merealisasikan perintah Allah yang sebenarnya ini akan membawa kepada
ketenangan hidup yang hakiki. Maka dari itu harta bukanlah tujuan utama
kehidupan tetapi adalah sebagai jalan bagi mencapai nikmat ketenangan kehidupan
di dunia hingga alam akherat. Untuk merealisasikan tujuan hidup, Ekonomi konvensional membentuk sistem-sistem yang mengikuti selera
nafsu mereka guna memuaskan kehendak materil mereka semata, tanpa
memperdulikan nilai-nilai dogmatis normatif. Mereka mengutamakan
kepentingan individu dan golongan tertentu serta menindas golongan atau
individu yang lemah dan berprinsip siapa kuat dialah yang berkuasa.
Komentar
Posting Komentar